Oleh-oleh dari Belanda

Oleh-oleh dari Belanda
edi suhendri
Edi Suhendri saat memberikan pembelajaran di salah satu sekolah di Belanda

Amsterdam (15/12). Edi Suhendri, alumni Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau angkatan 1998, menjejakkan kaki di bumi Eropa, tepatnya Negeri Kincir Angin Belanda, pada 1-16 Desember 2015. Alumni yang mengabdi sebagai guru di SMPN 1 Pekanbaru ini mendapat kesempatan tersebut karena berhasil meraih prediket sebagai Guru Berprestasi Tingkat Nasional 2015. Bersama dengan beberapa guru berprestasi lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia, Edi Suhendri berkesempatan meninjau berbagai sekolah dan universitas yang ada di Belanda, baik di Kota Amsterdam maupun Kota Leiden. Menurut pria kelahiran Pulau Rupat Bengkalis ini, dari kunjungan ke berbagai sekolah dan universitas banyak hal dapat dipelajari dan dinilai positif untuk perbandingan agar pendidikan di Indonesia jadi lebih baik.

Berikut penuturan singkat Edi Suhendri yang dikirim via surat elektronik kepada redaksi:

Sistem pendidikan di Belanda memang agak berbeda dengan di Indonesia. Di Belanda, pendidikan dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu primary, secondary, dan university. Penjurusan sudah dimulai sejak dari primary school. Setiap siswa memiliki mentor sehingga tidak ada sistem tinggal kelas. Kalau ada anak yang tidak bisa belajar atau nilai selalu jelek tetap dibimbing secara bersama oleh guru dan mentornya sehingga semua anak punya kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang. Untuk mengajar di primary school harus bachelor, secondary school harus magister. Sekolah punya wewenang dan hak khusus untuk mengangkat dan memberhentikan guru…

Selamat ya Edi Suhendri, semoga alumni yang lain menyusul prestasinya pada tahun-tahun mendatang, amin…..

Designed & Developed by ThemeXpert